terakhir aku menulis cerpen tentang pangeran kopi itu bulan september ya?
waaah udah lama bgt dong...
kenapa aku ga lanjutin? karena waktu itu ceritanya pangeran kopi lagi pulang kampung lama.
sampe sekarang sih.
dan aku ga bakal ketemu dia lagi. bukan aku. tapi Nicole. Nic gabakal ketemu Zan lagi.
tapi.. suatu malam setelah berbulan-bulan keberangkatan Zan, Nic bertemu dengannya lagi.
dalam mimpi. Mimpi yang terdapat dalam mimpi.
saat pertemuannya dengan Zan, dia terbangun. ternyata hanya mimpi. kemudian Nic berusaha menceritakan kepada temannya bahwa ia bermimpi dengan Zan. Setelah memberitahukan temannya, Nic kembali terbangun dari mimpinya. ah beermimpi dalam mimpi.
Kesannya, terlalu jauh untuk bertemu Zan. sampe mimpinya berlapis-lapis gitu ya.
tapi Nic sekarang bahagia. entah mengapa.
Blog ini sudah berdiri sejak tahun 2011, jadi harap maklum kalau isinya begini-begini saja hehe. Banyak cerita harian saya, karya saya berupa cerpen dan puisi, ataupun tugas-tugas perkuliahan. Jadi, selamat membaca!
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Kamis, 14 Maret 2013
Selasa, 25 September 2012
Pangeran Kopi (part 3)
Zan sebenarnya bukan tipe laki-laki yang aku suka. Dia jauh berbeda dengan laki-laki yang pernah aku sukai. Karena biasanya orang seperti Zan, hanya cukup menjadi "idola" karena ketampanannya. Tapi entah mengapa sepertinya aku terlalu dalam untuk sekedar mengidolakannya. Perasaanku melebihi seorang fans. Apa mungkin aku.. Aku sendiri tidak tahu.
Semakin sering aku berpapasan dengannya, sepertinya perasaanku pun ikut bertambah. Awalnya aku tidak peduli dengan perasaanku. Toh aku sekedar fansnya. Tapi semakin hari semakin aku tergila-gila padanya. Seperti ketika pulang sekolah. Lagi-lagi momen spesial itu terjadi saat pulang sekolah. Aku menunggu temanku keluar kelas, karena terlalu lama dan membosankan aku pamit untuk tunggu didepan sekolah. Niatku sih untuk mencari Zan, tapi ternyata dia tidak ada di parkiran seperti biasanya. Akupun menyerah dan tidak lagi berharap bertemu dengan Zan saat itu. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke kantin, untuk membeli sebotol teh kemasan. Saat aku menelusuri koridor dan ingin membelokkan arah jalan ku, tak kusangka, Zan dari arah yang berlawanan berjalan keluar dari kantin dan aku berpapasan dengan Zan! Ya Tuhan, terimakasih telah mempertemukan aku dengannya. Rasanya aku tidak bisa menahan rasa senang dan ingin loncat kegirangan. Tapi tak mungkin aku lakukan itu, dia juga sepertinya kaget melihatku. Dan ekspresinya sangat menggemaskan. Sambil menyedot teh kotak yang digenggamnya, matanya melebar. Ah dia memang lucu.
Benar-benar tidak ku duga, dia ada di kantin. Selesai membeli minum, aku beranjak ke parkiran motor dan menemui temanku. Dua temanku sudah menunggu lama ternyata, padahal hanya ku tinggal sebentar. Ku pikir, Zan sudah pulang, ternyata dia masih duduk manis di jok motornya sambil menatap layar hp dengan serius. Lagi-lagi rasanya aku ingin teriak sekeras mungkin, tapi itu sangat memalukan. Zan dan aku berhadapan hanya saja dipisahkan jarak yang cukup jauh. Dia sempat melirik ke arahku. Entah sengaja atau tidak. Setidaknya dia sekarang sering melirik ke arah ku.
Kamis, 13 September 2012
Pangeran Kopi (part 2)
Terkadang kalau ingin melihatnya aku tinggal keluar kelas lalu menatap ke seberang. Sayangnya, dia jarang berada di luar kelas.
Tapi, asal kamu tahu, semenjak pertama kali aku melihat Zan, Dewi Fortuna selalu mempertemukan aku dengan Zan. Akhir-akhir ini aku jadi sering berpapasan dengannya. Aku sengaja melewati depan kelasnya saat menuju ke kelas ku saat kembali dari kamar kecil, kantin, atau pun masjid. Selalu saja kami berpapasan. Rasanya aku akan teriak saat itu juga. Entah seperti melihat hantu atau apa. Tapi dialah pangeran kopi ku. Kadang aku berpikir dia tidak akan mengetahui keberadaanku. Karena apa? Ya, dia terlalu tampan dan baby-face, pasti dia memiliki banyak pengagum. Dari yang pengagum rahasia seperti aku, atau pun yang suka blak-blakan. Yah pasti itu. Jadi aku memiliki banyak saingan. Walaupun aku tak pernah berpikiran itu menjadi pacarnya. Tapi setidaknya cukup aku saja yang menyukainya. Itu lebih dari cukup malah.
Sebentar, mengapa aku baru menyadari satu hal yang penting? Bodoh. Bagaimana jika Zan sudah memiliki... hmm... kamu pasti tahu maksudku kan? Aku tak sanggup mengatakannya. Bagaimana jika itu benar? Apa yang akan terjadi padaku nantinya? Oh Tuhan.. Cukup Nic, berdo'alah itu tidak terjadi.
Ya ampun, aku benar-benar bersyukur Tuhan mengirimkan Dewi Fortuna untuk berada disampingku saat ini. Aku beruntung sekali. Kamu mungkin berpikir aku berlebihan, tapi inilah kenyataannya. Zan, lagi-lagi berpapasan dengan ku. Maksudku, aku yang berpapasan dengannya. Dan akupun tertular keberuntungan dalam hal yang lain. Aku berhasil mencari-cari informasi tentangnya, walaupun baru sedikit. Setidaknya aku mempunyai data-data tentang dirinya. Berawal dari nama lengkapnya, yang aku pikir aneh sekali. Zander Sonny. Nama macam apa itu? Entah dia berasal dari planet mana. Tapi terdengar keren, sesuai orang yang memiliki nama itu.
Dari namanya itu, aku mencari akunnya di berbagai jejaring sosial. Facebook, Twitter dan yang lain. Beruntungnya lagi, aku berhasil mendapatkannya. Saat aku melihat foto-fotonya. Oh God. He is really sweet. Tapi lebih tampan aslinya daripada sekedar foto.
Tapi, asal kamu tahu, semenjak pertama kali aku melihat Zan, Dewi Fortuna selalu mempertemukan aku dengan Zan. Akhir-akhir ini aku jadi sering berpapasan dengannya. Aku sengaja melewati depan kelasnya saat menuju ke kelas ku saat kembali dari kamar kecil, kantin, atau pun masjid. Selalu saja kami berpapasan. Rasanya aku akan teriak saat itu juga. Entah seperti melihat hantu atau apa. Tapi dialah pangeran kopi ku. Kadang aku berpikir dia tidak akan mengetahui keberadaanku. Karena apa? Ya, dia terlalu tampan dan baby-face, pasti dia memiliki banyak pengagum. Dari yang pengagum rahasia seperti aku, atau pun yang suka blak-blakan. Yah pasti itu. Jadi aku memiliki banyak saingan. Walaupun aku tak pernah berpikiran itu menjadi pacarnya. Tapi setidaknya cukup aku saja yang menyukainya. Itu lebih dari cukup malah.
Sebentar, mengapa aku baru menyadari satu hal yang penting? Bodoh. Bagaimana jika Zan sudah memiliki... hmm... kamu pasti tahu maksudku kan? Aku tak sanggup mengatakannya. Bagaimana jika itu benar? Apa yang akan terjadi padaku nantinya? Oh Tuhan.. Cukup Nic, berdo'alah itu tidak terjadi.
Ya ampun, aku benar-benar bersyukur Tuhan mengirimkan Dewi Fortuna untuk berada disampingku saat ini. Aku beruntung sekali. Kamu mungkin berpikir aku berlebihan, tapi inilah kenyataannya. Zan, lagi-lagi berpapasan dengan ku. Maksudku, aku yang berpapasan dengannya. Dan akupun tertular keberuntungan dalam hal yang lain. Aku berhasil mencari-cari informasi tentangnya, walaupun baru sedikit. Setidaknya aku mempunyai data-data tentang dirinya. Berawal dari nama lengkapnya, yang aku pikir aneh sekali. Zander Sonny. Nama macam apa itu? Entah dia berasal dari planet mana. Tapi terdengar keren, sesuai orang yang memiliki nama itu.
Dari namanya itu, aku mencari akunnya di berbagai jejaring sosial. Facebook, Twitter dan yang lain. Beruntungnya lagi, aku berhasil mendapatkannya. Saat aku melihat foto-fotonya. Oh God. He is really sweet. Tapi lebih tampan aslinya daripada sekedar foto.
Rabu, 12 September 2012
Cerpen - Pangeran Kopi
Bab 1.
Ya ampun, kamu tidak akan bisa bayangkan betapa senangnya aku tadi. Tepat berada di sampingnya. Kamu pasti belum tahu, ya, dia si Pangeran Kopi. Bukan karena dia berkulit hitam layaknya kopi, tapi.. ssstt ini rahasia.
Ah! Hari ini hari yang menurutku sangat mengejutkan. Karena aku dikejutkan oleh berbagai kejadian yang.. ya mengejutkan. Salah satunya kejadian tadi. Aku tidak bisa bicara apa-apa lagi selain mencari temanku untuk membantu menyadarkan ku. Hanya saja aku tidak dapat menemukan siapapun disana. Aku hanya terpaku, melihatnya tersenyum dan tertawa bersama kedua temannya. Dia tepat di samping ku!
Tunggu sebentar, aku ingin meluruskan kalimat ku. Iya dia memang di samping ku, tapi dia membelakangi ku. Dan dia sama sekali tidak melihat ku. Miris sih tapi manis. Tidak apa-apa, karena ini baru permulaan, pikir ku. Pikiran yang lazim.
Dia bukan tidak menyadari keberadaan ku, hanya saja dia belum sempat untuk menyadarinya. Aku yakin dia akan menyadarinya nanti, entah kapan. Rumit memang. Hah! Dinamika remaja.
Aku, Nicole Sophia, gadis keturunan Prancis dan Sunda bertempat tinggal di Ibukota Jawa Barat, Bandung. Papa ku keturunan Sunda, dan Bunda ku keturunan Prancis. Mereka bertemu saat mereka sama-sama kuliah di ITB. Jika aku menceritakan hubungan mereka yang manis itu, aku yakin kamu tidak sanggup menahan haru dan cemburu ketika selesai mendengarkan kisah mereka itu. Sebut saja aku Nic atau Nicol.
Terlalu banyak tentang diriku. Menurutku itu tidak penting. Aku gadis berumur 16 tahun. Terdengar tidak ada yang spesial, itu benar. Hanya saja banyak rahasia yang menarik yang aku sembunyikan darimu. Salah satunya, Pangeran Kopi. Siapa sih dia? Apa aku boleh melewati bagian ini? Ah tidak. Baik aku akan memberitahukannya padamu.
Dia, lelaki seusiaku, lelaki berkulit putih dan tampan, hidungnya mancung, Zander Sonny, namanya. Setahu ku dia lebih sering dipanggil Zan. Kali pertama aku melihatnya adalah saat dia berada di kantin sekolah dan sedang menyeruput pelan kopi dengan bibir tipisnya. Tak sanggup aku melarikan diri, aku hanya bisa menatapnya. Meleleh. Betapa manisnya Zan. Dari peristiwa itulah aku menyebutnya si Pangeran Kopi.
Tidak mungkin aku langsung tahu namanya, apalagi nama lengkapnya. Aku terlalu dibuat penasaran olehnya. Aku mencari tahu informasi tentangnya, Oh Zan, kau membuatku gila. Kelasnya tidak terlalu jauh dari kelasku. Andai kamu tahu, hanya beberapa langkah untuk menuju ke kelasnya. Kecewanya aku, aku jarang melihatnya saat sekolah. Kejadian saat dia disamping ku itu saat aku pulang sekolah. Tapi, seperti yang sudah aku bilang tadi. Ini sekedar permulaan.
Ya ampun, kamu tidak akan bisa bayangkan betapa senangnya aku tadi. Tepat berada di sampingnya. Kamu pasti belum tahu, ya, dia si Pangeran Kopi. Bukan karena dia berkulit hitam layaknya kopi, tapi.. ssstt ini rahasia.
Ah! Hari ini hari yang menurutku sangat mengejutkan. Karena aku dikejutkan oleh berbagai kejadian yang.. ya mengejutkan. Salah satunya kejadian tadi. Aku tidak bisa bicara apa-apa lagi selain mencari temanku untuk membantu menyadarkan ku. Hanya saja aku tidak dapat menemukan siapapun disana. Aku hanya terpaku, melihatnya tersenyum dan tertawa bersama kedua temannya. Dia tepat di samping ku!
Tunggu sebentar, aku ingin meluruskan kalimat ku. Iya dia memang di samping ku, tapi dia membelakangi ku. Dan dia sama sekali tidak melihat ku. Miris sih tapi manis. Tidak apa-apa, karena ini baru permulaan, pikir ku. Pikiran yang lazim.
Dia bukan tidak menyadari keberadaan ku, hanya saja dia belum sempat untuk menyadarinya. Aku yakin dia akan menyadarinya nanti, entah kapan. Rumit memang. Hah! Dinamika remaja.
Aku, Nicole Sophia, gadis keturunan Prancis dan Sunda bertempat tinggal di Ibukota Jawa Barat, Bandung. Papa ku keturunan Sunda, dan Bunda ku keturunan Prancis. Mereka bertemu saat mereka sama-sama kuliah di ITB. Jika aku menceritakan hubungan mereka yang manis itu, aku yakin kamu tidak sanggup menahan haru dan cemburu ketika selesai mendengarkan kisah mereka itu. Sebut saja aku Nic atau Nicol.
Terlalu banyak tentang diriku. Menurutku itu tidak penting. Aku gadis berumur 16 tahun. Terdengar tidak ada yang spesial, itu benar. Hanya saja banyak rahasia yang menarik yang aku sembunyikan darimu. Salah satunya, Pangeran Kopi. Siapa sih dia? Apa aku boleh melewati bagian ini? Ah tidak. Baik aku akan memberitahukannya padamu.
Dia, lelaki seusiaku, lelaki berkulit putih dan tampan, hidungnya mancung, Zander Sonny, namanya. Setahu ku dia lebih sering dipanggil Zan. Kali pertama aku melihatnya adalah saat dia berada di kantin sekolah dan sedang menyeruput pelan kopi dengan bibir tipisnya. Tak sanggup aku melarikan diri, aku hanya bisa menatapnya. Meleleh. Betapa manisnya Zan. Dari peristiwa itulah aku menyebutnya si Pangeran Kopi.
Tidak mungkin aku langsung tahu namanya, apalagi nama lengkapnya. Aku terlalu dibuat penasaran olehnya. Aku mencari tahu informasi tentangnya, Oh Zan, kau membuatku gila. Kelasnya tidak terlalu jauh dari kelasku. Andai kamu tahu, hanya beberapa langkah untuk menuju ke kelasnya. Kecewanya aku, aku jarang melihatnya saat sekolah. Kejadian saat dia disamping ku itu saat aku pulang sekolah. Tapi, seperti yang sudah aku bilang tadi. Ini sekedar permulaan.
Sabtu, 21 Januari 2012
Ayunan Tua
Sebuah surat cinta (fiktif)
Untukmu, seseorang yang selalu akan ku kenang
Bermain bersama setiap hari bukanlah hal biasa. Mengenal satu sama lain, mengenal perasaan masing-masing, sangat sulit untuk dilupakan. Mengagumi mi diam-diam, memaksa mu selalu denganku, dan kamu hanya tersenyum dan mengangguk.
Hari itu aku teringat waktu kita masih kecil. Kenal karena rumah kita bersebelahan hihi . Di halaman rumahku terdapat sebuah ayunan.Sebelumnya, aku selalu bermain sendiri. Tapi, semenjak kamu pindah rumah ke sebelah ku, rasanya senang sekali mempunyai teman seperti mu. Aku mengajak mu bermain ayunan itu. Kamu mendorong ayunan saat aku duduk diatas nya. Dan kita bergantian. Terus seperti itu setiap sore.
Namun, tak selamanya kita melakukan hal itu. Aku, kamu, dan semuanya, tumbuh. Tumbuh semakin dewasa. Usia kita berkurang. Tak akan lagi bisa bermain bersama- dengan ayunan itu. Kebetulan sekali umur kita sama, aku pun tak menyangka saat baru mengetahuinya.
Di hari dimana kamu berulang tahun. Aku ingat sekali, tanggal 7 bulan April. Kamu berumur 10 tahun. Sebelumnya, aku sudah mempersiapkan semua kejutan untukmu. Sebuah mainan, mobil remote-control keren ku bungkus dengan kertas coklat. Aku dapat membeli itu memakai uang orangtua ku. Aku bilang pada mereka aku hanya meminjam uang itu dan aku kembalikan suatu saat nanti.
Aku bilang padamu untuk menemui ku di halaman rumahku hari itu. Sudah ku siapkan balon-balon dan kue ulang tahun untukmu. Kamu pun tak kunjung datang sampai langit mulai gelap. Dalam hati aku ingin menjemput mu, tapi kamu sudah berjanji padaku untuk datang sendiri tanpa dijemput olehku dan tak 'kan mengingkari nya. Ya, aku selalu percaya padamu. Langit sudah gelap. Aku kedinginan. Perasaan ku beramuk. Kesal, sedih, kecewa. Sangat kecewa. Dan akhirnya mama ku menyuruh ku masuk kedalam rumah karena sudah malam.
Aku membanting tubuhku ke kasur. Gadis kecil yang sedang menangis pilu. Tertidur hingga pagi.
Terbangun dari kesedihan. Aku menengok ke halaman rumah. Semua kejutan masih ada disana, kecuali kue nya. Aku mencarinya, ternyata mama menyimpannya ke dalam pendingin. Lega. Hanya saja aku masih merasa sedih.
Pagi itu aku berniat menemui mu dirumah mu. Aku mengetuk pintu rumahmu berkali-kali. Memanggil namanu dengan keras, tapi yang membukakan pintu bukan kamu, kakakmu. Lalu dia menyuruh masuk ke dalam dan duduk disofa. Tak biasanya seperti ini. Biasanya kamu langsung keluar menemuiku, sekarang tidak. Aku melihat wajah kakakmu lesu dan pucat. Tiba-tiba dia bercerita. Bercerita mengapa kamu tidak datang ke rumahku. Aku kaget. Aku rasanya sedang dalam mimpi dan ingin terbangun segera. Tapi semua itu bukan mimpi. Tapi kenyataan. Kenyataan pahit. Sangat pahit. Aku langsung memeluk kakakmu dengan erat. Melepaskan semua emosi ku pada semua yang telah terjadi.
Hari-hari berlalu. Ku lewatkan seorang diri. Hari ini tahun ke sepuluh setelah kepergianmu. Tepat dihari ulang tahunmu. Kamu meninggalkan ku. Karena kecelekaan yang menimpamu, saat kamu menuju kerumah ku menaiki sepeda dari rumah tantemu. Tanpa sengaja sebuah mobil menabrakmu. Saat sampai dirumah sakit, semua hilang. Kamu, semua tentangmu. Kamu pergi meninggalkanku selamanya. Untuk selamanya. Dan tak 'kan pernah kembali.
Saat ini, aku yang tidak mau pindah rumah. Walaupun keluargamu sudah keluar kota untuk melepaskan semua kenangan tentangmu. Anak laki-laki yang tampan, cerdas dan perhatian. Aku tetap disini, ditempat yang sama. Duduk disebuah ayunan tua yang sangat berarti bagiku. Yang selalu mengingatkan ku padamu.
Kamu adalah cinta pertamaku
Tertanda, seseorang yang sangat mengharapkanmu disini bersamaku.
with love,
Windy :)
Untukmu, seseorang yang selalu akan ku kenang
Bermain bersama setiap hari bukanlah hal biasa. Mengenal satu sama lain, mengenal perasaan masing-masing, sangat sulit untuk dilupakan. Mengagumi mi diam-diam, memaksa mu selalu denganku, dan kamu hanya tersenyum dan mengangguk.
Hari itu aku teringat waktu kita masih kecil. Kenal karena rumah kita bersebelahan hihi . Di halaman rumahku terdapat sebuah ayunan.Sebelumnya, aku selalu bermain sendiri. Tapi, semenjak kamu pindah rumah ke sebelah ku, rasanya senang sekali mempunyai teman seperti mu. Aku mengajak mu bermain ayunan itu. Kamu mendorong ayunan saat aku duduk diatas nya. Dan kita bergantian. Terus seperti itu setiap sore.
Namun, tak selamanya kita melakukan hal itu. Aku, kamu, dan semuanya, tumbuh. Tumbuh semakin dewasa. Usia kita berkurang. Tak akan lagi bisa bermain bersama- dengan ayunan itu. Kebetulan sekali umur kita sama, aku pun tak menyangka saat baru mengetahuinya.
Di hari dimana kamu berulang tahun. Aku ingat sekali, tanggal 7 bulan April. Kamu berumur 10 tahun. Sebelumnya, aku sudah mempersiapkan semua kejutan untukmu. Sebuah mainan, mobil remote-control keren ku bungkus dengan kertas coklat. Aku dapat membeli itu memakai uang orangtua ku. Aku bilang pada mereka aku hanya meminjam uang itu dan aku kembalikan suatu saat nanti.
Aku bilang padamu untuk menemui ku di halaman rumahku hari itu. Sudah ku siapkan balon-balon dan kue ulang tahun untukmu. Kamu pun tak kunjung datang sampai langit mulai gelap. Dalam hati aku ingin menjemput mu, tapi kamu sudah berjanji padaku untuk datang sendiri tanpa dijemput olehku dan tak 'kan mengingkari nya. Ya, aku selalu percaya padamu. Langit sudah gelap. Aku kedinginan. Perasaan ku beramuk. Kesal, sedih, kecewa. Sangat kecewa. Dan akhirnya mama ku menyuruh ku masuk kedalam rumah karena sudah malam.
Aku membanting tubuhku ke kasur. Gadis kecil yang sedang menangis pilu. Tertidur hingga pagi.
Terbangun dari kesedihan. Aku menengok ke halaman rumah. Semua kejutan masih ada disana, kecuali kue nya. Aku mencarinya, ternyata mama menyimpannya ke dalam pendingin. Lega. Hanya saja aku masih merasa sedih.
Pagi itu aku berniat menemui mu dirumah mu. Aku mengetuk pintu rumahmu berkali-kali. Memanggil namanu dengan keras, tapi yang membukakan pintu bukan kamu, kakakmu. Lalu dia menyuruh masuk ke dalam dan duduk disofa. Tak biasanya seperti ini. Biasanya kamu langsung keluar menemuiku, sekarang tidak. Aku melihat wajah kakakmu lesu dan pucat. Tiba-tiba dia bercerita. Bercerita mengapa kamu tidak datang ke rumahku. Aku kaget. Aku rasanya sedang dalam mimpi dan ingin terbangun segera. Tapi semua itu bukan mimpi. Tapi kenyataan. Kenyataan pahit. Sangat pahit. Aku langsung memeluk kakakmu dengan erat. Melepaskan semua emosi ku pada semua yang telah terjadi.
Hari-hari berlalu. Ku lewatkan seorang diri. Hari ini tahun ke sepuluh setelah kepergianmu. Tepat dihari ulang tahunmu. Kamu meninggalkan ku. Karena kecelekaan yang menimpamu, saat kamu menuju kerumah ku menaiki sepeda dari rumah tantemu. Tanpa sengaja sebuah mobil menabrakmu. Saat sampai dirumah sakit, semua hilang. Kamu, semua tentangmu. Kamu pergi meninggalkanku selamanya. Untuk selamanya. Dan tak 'kan pernah kembali.
Saat ini, aku yang tidak mau pindah rumah. Walaupun keluargamu sudah keluar kota untuk melepaskan semua kenangan tentangmu. Anak laki-laki yang tampan, cerdas dan perhatian. Aku tetap disini, ditempat yang sama. Duduk disebuah ayunan tua yang sangat berarti bagiku. Yang selalu mengingatkan ku padamu.
Kamu adalah cinta pertamaku
Tertanda, seseorang yang sangat mengharapkanmu disini bersamaku.
with love,
Windy :)
Senin, 09 Januari 2012
Kutipan Cerpen
Hai hai hayyy!
hmm mau ngepost sebagian dari cerpen gue, tapi cuma kutipannya yaps hehe
ini dia.............
"----Vanessa merasa hari-harinya begitu sepi. Walaupun ia sering melihat atau berpapasan dengan Tony disekolah, rasanya canggung untuk menyapa duluan. Namun, diluar kesepiannya terdapat sahabat-sahabat Vanessa yang selalu menemaninya kapanpun. Ada Mika, Ana, dan juga Raisya. Mereka sahabat dekat Vanessa. Mereka selalu mendukung dan membantu Vanessa disaat dia sedang kesulitan. Begitupun sebaliknya, disaat salah satu dari mereka mendapat masalah, Vanessa dan lainnya pasti akan membantu.
“Akhirnya lo bisa move-on juga kan, nes. Kita ikut seneng jadinya.” kata Mika. Mika adalah sahabat paling dekat Vanessa. “Iya gue juga seneng hehe. Ini juga berkat kalian guyssss. Lupyuu.” balas Vanessa saat berkumpul dengan sahabat-sahabatnya dirumah Vanessa. “Lupyu too beb.” jawab Raisya. Raisya adalah anak yang periang, hampir sama dengan Vanessa. Hanya saja Raisya lebih periang dari pada Vanessa, Raisya tidak pernah menangisi cowok. Raisya memang cewek yang easy move-on, tapi dia bukan playgirl. Vanessa sebenarnya ingin mempunyai sifat seperti Raisya, tapi dia lebih memilih seperti dirinya sendiri."
hmm mau ngepost sebagian dari cerpen gue, tapi cuma kutipannya yaps hehe
ini dia.............
"----Vanessa merasa hari-harinya begitu sepi. Walaupun ia sering melihat atau berpapasan dengan Tony disekolah, rasanya canggung untuk menyapa duluan. Namun, diluar kesepiannya terdapat sahabat-sahabat Vanessa yang selalu menemaninya kapanpun. Ada Mika, Ana, dan juga Raisya. Mereka sahabat dekat Vanessa. Mereka selalu mendukung dan membantu Vanessa disaat dia sedang kesulitan. Begitupun sebaliknya, disaat salah satu dari mereka mendapat masalah, Vanessa dan lainnya pasti akan membantu.
Saat Vanessa tau kalau sekarang Tony sudah menyukai perempuan lain, hatinya sangat sakit. Apalagi perempuan itu adalah adik kelasnya, Sasa. Sebelum Tony menyukai Sasa, Sasa duluanlah yang menganggumi kakak kelasnya itu. Lama-kelamaan Tony jadi suka dengan Sasa. Vanessa sangat terpuruk, tiap malam ia selalu menangis, mengingat kesalahannya untuk memutuskan Tony, tapi ia juga kecewa dengan yang sudah terjadi.
Selama 1 sampai 2 bulan berikutnya, Vanessa berusaha untuk melupakan Tony. Awalnya memang sulit, tapi perlahan Vanessa mampu melupakan Tony. Dengan dibantu oleh sahabat-sahabatnya dan juga teman-teman dikelas, Vanessa akhirnya selalu tersenyum setiap hari. Ceria kembali seperti saat dulu.
Nah... how? wkwk
Rada gemana gitu ya, itu gue kutip ga dari awal cerita dan ga sampe akhir cerita hoho
Sebenernya judulnya itu "Kejutan Istimewa" tapi........... gitu deh, aneh wkwk
Yaudah deh itu aja
Babay ;)
Jumat, 06 Januari 2012
Cita-cita?
"Senyum semringah terapancar diwajah Juwita. Setiap kali ia mengingat kejadian tadi siang disekolahnya. Ia menghabiskan harinya bersama orang yang ia sukai. Bermain sepakbola bersama, memakan ice-cream bersama. |
Malam ini Juwita ingin menatap langit, mancari bintang favoritnya. Bintang yang selalu ada untuk menemaninya, mendengarkan ceritanya, dan juga masalahnya.
“Hai bintang, hari ini aku seneeeeeng banget.” semalaman Juwita cerita kepada bintang tentang kejadian tadi siang, ia hanya tertawa dan tersenyum mengingatnya. “Aku harap engga cuma sampai sini ya, sayangnya aku ngantuk, dan besok aku sekolah lagi. Berharap bertemu dengannya lagi ya esok hari. Daaah bintang.” Juwita berjalan memasuki kamarnya dan terlelap.
Pagi yang cerah, Juwita terbangun dengan semangat. Ia bergegas mandi dan sarapan. “Selamat pagi Pa, Bun!” sapa Juwita kepada Papa dan Bundanya sambil menyantap roti yang berada ditangannya. “Aduh Wit, kamu tuh ngomongnya sambil makan. Ditelen dulu dong, ga sopan tau.” celetuk Bunda. “Hehe ga apa-apa ah Bun. Yaudah aku langsung berangkat ya, udah ditunggu Pak Jojo tuh. Daah Bunda, daah Papa!” teriak Juwita sambil berlari menuju mobil.
“Anak kamu tuh Bun.” Papa yang sedari tadi membaca koran paginya tiba-tiba angkat bicara. “Udah SMA masih aja kayak anak kecil.” lanjutnya. “Hussh gitu-gitu anak kamu juga dong Pa. Ya mungkin dia cuma perlu waktu Pa, sifatnya mungkin kekanak-kanakkan tapi pikiran dia udah dewasa.” jawab Bunda.
Sesampainya disekolah, Juwita segera turun dari mobil. Baru beberapa langkah dari mobilnya, tiba-tiba “Awwww!” teriak Juwita saat ia tersadar tubuhnya bersandar ditanah, kesakitan. “Eh eh sorry banget ya, gue ga sengaja. Gue buru-buru. Sekali lagi sorry ya!” Juwita baru sadar kalau sedari tadi ada uluran tangan yang ingin menunggunya. Cowok itu membantunya berdiri lagi, Juwita tersentak! Baru saja ia ingin memarahi cowok yang menabraknya tadi, tapi ia mengurung niatnya karna cowok itu adalah orang yang disukainya. “Eh lo kok malah bengong sih?” Juwita tersadar dari lamunannya. “Eh hmm iya iya.” Jawab Juwita gugup dan pura-pura mengibaskan rok abu-abunya. “Lu ga apa-apa kan?” tanya cowok itu. Tapi Juwita hanya sanggup menggeleng. “Oh yaudah kalau gitu, gue langsung ke kelas ya. Daah.”
Ditahun ajaran baru, Juwita sekarang kelas 2. Ia sedang melihat daftar nama siswa untuk mencari namanya. Juwita memilih masuk jurusan IPA, karna ia suka pelajaran Biologi. Setelah mencari dengan menggunakan telunjuknya, akhirnya ia menemukannya. Juwita dapat kelas IPA2. Langsunglah ia berlari menjuju kelas barunya. Ia tidak sabar bertemu teman baru.
“Juwitaaaa!” teriak salah seorang cewek. Juwita mencari sumber suara. Ternyata cewek yang memanggilnya adalah Gisel. Sahabat Juwita. “Kelas lo disini ya?” tanya Gisel kepada Juwita sambil melepaskan pelukannya. “He-eh” jawabnya sambil mengangguk. “Kalo Gisel kelasnya dimana?” tanyanya. “Hmm gue dikelas IPA3, Wit.” Jawab Gisel agak murung. “Oh, ga apa-apa kok Sel, kita kan masih bisa main bareng. Cuma sebelahan kan? Jadi ga usah sedih gitu dong, oke?” Juwita memberi semangat kepada Gisel.
Kriiiing. Bel sekolah berbunyi, nyaris membuat Juwita dan Gisel kaget. Waktunya untuk berpisah–sementara.Yap! that's it! 'cuplikan' novel yg lagi gue buat wkwkwk
hehe gue suka nulis cerita, karena gue suka baca cerita--'
penasaran sm kelanjutannya??? lain kali gue post deh, tapi kapan2 yak
Hmm sesuai judul, actually cita2 gue itu jadi guru....... but, ah i dunno
Ayah gue selalu ambisius gue sukses, tp saking ambisiusnya, dia nyuruh gue jadi 'semuanya'
Maksudnya.........
1. beliau pernah nyuruh gue jadi penulis, karna gue suka baca novel. yap, tapi ga secepat itu dad..
2. beliau jg pernah nyuruh gue jadi singer, karna gue juga hobi nyanyi. but, i wont be a public figure dad....
3. beliau pernah nyuruh gue jd org yg terkenal setelah ia tau tentang 'poconggg' itu siapa, he want i could be like that --'
4. ini paling gokil, he ever nyuruh gue bikin girlband..."mba ajak dong temen2nya bikin group kayak gitu.." guess what.....
apakah segampang ituuuuuuuuu???
Oh Dad, aku yakin insyaallah aku akan sukses dgn caraku sendiri. aamiin
i think enough yeah. bye ;)
do'akan aku yaa
Langganan:
Postingan (Atom)