Minggu, 06 Mei 2018

Materi #1 Definisi Perilaku Menyimpang dan Akibatnya

A. Pengertian Perilaku Menyimpang

source: http://www.voa-islam.com/photos6/syafaat/Narkoba-Remaja.jpg

    Perilaku menyimpang ialah tindakan-tindakan yang tidak sejalur dengan norma-norma yang diakui, adat istiadat, kaidah atau peraturan yang berlaku dalam sebuah sistem sosial masyarakat. Definisi tersebut adalah sebuah adaptasi dari beberapa pengertian menurut para ahli mengenai pengertian perilaku menyimpang. Berikut beberapa pendapat para ahli mengenai perilaku menyimpang secara definitif!

1. James Vander Zander
    Perilaku menyimpang merupakan tingkah laku yang dianggap sebagai perbuatan tercela dan berada di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang.

2. Bruce J. Cohen
    Perilaku menyimpang ialah tiap-tiap perilaku yang tidak dapat beradaptasi dengan keinginan masyarakat atau komunitas tertentu yang ada pada masyarakat.

3. Robert M.Z. Lawang
    Perilaku menyimpang ialah keseluruhan perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.

B. Faktor Penyebab Terjadinya Perilaku Menyimpang

Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya perilaku menyimpang ditinjau dari beberapa sudut pandang!

1. Sudut Pandang Biologi
    Ditinjau dari sudut pandang biologis, penyimpangan sosial erat kaitannya dengan faktor-faktor biologis, misalnya saja tipe sel-sel tubuh. Beberapa pakar seperti Kretschmer, Lombroso, Von Hentig, Hooton, dan Sheldon melakukan berbagai penelitian yang menyatakan bahwa orang yang memiliki tipe tubuh tertentu memiliki kecenderungan melakukan perbuatan menyimpang.

2. Sudut Pandang Psikologi
    Teori ini berpandangan bahwa penyakit mental dan gangguan kepribadian berkaitan erat dengan beberapa bentuk perilaku penyimpangan. Hal tersebut dikarenakan perilaku menyimpang acap kali dianggap sebagai suatu gejala penyakit mental. Walaupun demikian, teori psikologis belum mampu menyajikan beberapa simpulan guna menjelaskan penyebab perilaku menyimpang yang terjadi pada seseorang. Seorang pakar yang populer pada bidang ini ialah Sigmund Freud.

3. Sudut Pandang Sosiologi

Ditinjau melalui sudut pandang sosiologi, sebab terjadinya perilaku menyimpan adalah karena hal-hal sebagai berikut!

– Perilaku Menyimpang Karena Sosialisasi

Konsep ini menekankan pada perilaku sosial, baik yang bersifat menyimpang maupun yang tidak menyimpang serta berhubungan dengan norma dan nilai-nilai yang diserapnya. Perilaku menyimpang disebabkan oleh terdapatnya gangguan dalam prosesi penyerapan dan pengalaman terhadap nilai-nilai tersebut pada perilaku seseorang.

– Perilaku Menyimpang Karena Anomie

Emile Durkheim menyatakan bahwa anomie ialah suatu kondisi tanpa norma serta tanpa arah sehingga tidak terwujud keharmonisan antara realita yang diharapkan serta kondisi real sosial yang ada di lapangan. Konsepsi ini digunakan untuk mendeskripsikan sebuah masyarakat
yang mempunyai banyak norma dan nilai, melainkan antara norma yang saling bertentangan. Akibatnya, muncul kondisi tidak terdapatnya nilai atau norma yang diakui serta dipatuhi oleh masyarakat.

4. Sudut Pandang Kriminologi

Perilaku menyimpang jika ditinjau melalui sudut pandang kriminologi terbagi atas ada 2 jenis, yakni :

– Teori Pengendalian

Pengendalian dari dalam berupa usaha menaati norma dan nilai yang telah ditelaah oleh seseorang. Sedangkan pengendalian dari luar berupa usaha memperoleh imbalan sosial terhadap konformitas serta sanksi hukuman terhadap segala bentuk penyimpangan. Dalam kehidupan masyarakat konvensional, terdapat empat norma yang bersifat mengikat, diantaranya yakni Kepercayaan, Ketanggapan, Keterikatan (komitmen), Keterlibatan, dan Teori Konflik ( Konflik budaya dan Konflik kelas sosial).

Untuk bacaan selengkapnya klik di sini !

Minggu, 29 April 2018

Review #7 Dimensi Pengendalian Sosial II (Proses Pendengalian Sosial)

   Pada pertemuan kedelapan (23/04/2018) matakuliah Sosiologi Perilaku Menyimpang, Bapak Rahman menjelaskan materi tentang proses pengendalian sosial. Pengendalian sosial berarti mencegah penyimpangan terjadi dan tidak terulang lagi. Namun terdapat tokoh sosiologi yaitu Berger, yang melihat pengendalian dari sudut pandang represif.

source: https://img-k.okeinfo.net/content/2016/06/05/196/1407059/cara-unik-sosialisasi-antikorupsi-di-tengah-keluarga-160J2ZYWnE.jpg

Proses Pengendalian Sosial, terdiri dari dua, yaitu :

1. Internalisasi Norma Kelompok (nilai dan norma)
    Bentuk : sosialisasi, sifatnya mencegah, dan batin
    Contoh : dalam keluarga diberikan nilai-nilai tertentu yang dapat dijadikan pedoman

2. Reaksi Sosial (langsung)
    Bentuk : teguran, hukuman

Adapula macam dari proses pengendalian sosial, yaitu :

1. Informal
  Dilakukan tanpa adanya organ yang sengaja dibentuk untuk melakukan pengendalian (memberi sanksi). Pengendalian sosial ini dapat berntuk sosialisasi, tekanan sosial dari kelompok primer seperti keluarga.

2. Forma
    Adanya kesengajaan membentuk suatu organ untuk melakukan pengendalian. Pengendaliannya ini didapat karena adanya tekanan sosial dari kelompok sekunder. Contohnya rt atau rw, negara (penjara).
    

Minggu, 22 April 2018

Review #6 Dimensi Pengendalian Sosial I (Konformitas)

   Pada pertemuan ketujuh (16/04/2018) mata kuliah SPM, Bapak Rahman menjelaskan materi tentang pengendalian sosial, namun baru sampai materi alasan masyarakat bersikap konformis. Pengendalian sosial didefinisikan sebagai cara menghadapi perilaku yang dianggap melanggar norma sosial. Sebenarnya pengendalian sosial dapat dilakukan sebelum dan sesudag terjadi penyimpangan. Tujuan dari adanya pengendalian sosial adalah memastikan konformitas terhadap norma.
source: https://konsultankti.files.wordpress.com/2015/05/hakikat-konformitas.jpg

Masyarakat bersikap konformis terhadap norma karena:

1. Tidak punya pilihan lain
Contoh : "dilarang mencontek saat ujian". Hal tersebut didukung dengan saknsi tegas, dosen dengan pengawasan ketat. Sehingga mau tidak mau atau terpaksa mengerjakan ujian tanpa mencontek.

2. Adanya bujukan untuk bersikap konfotmis terhadap norma itu
Contoh : Secara langsung : melalui sosialisasi orangtua kepada anak tentang perilaku-perilaku yang baik

3. Adanya penjagaan, baik fisik maupun sosial
Contoh : Adanya CCTV di minimarket (fisik), adanya nilai dan norma (sosial).

Minggu, 15 April 2018

Review #5 Proses Menjadi Penyimpang

   Pada pertemuan keenam (09/04/2018) mata kuliah SPM, Bapak Rahman menjelaskan materi tentang bagaimana proses menjadi penyimpang. Sosiologi melihat penyimpangan sebagai proses sosial. Di dalam proses terdapat sosialisasi, interaksi. Dengan demikian, penyimpangan tidak datang tiba-tiba. Namun, ilmu biologi melihatnya dari keturunan.

1. Sosialisasi Peran Sosial
    Perilaku ada yang baik dan ada yang tidak, semua itu disosialisasikan dalam masyarakat. Penyimpangan menyebabkan sesuatu yang baru melalui interaksi sosial saat kita mengantisipasi tanggapan orang lain dan menyesuaikannya dengan perilaku kita.
source: http://sinarharapan.net/wp-content/uploads/2017/12/Sosialisasi.jpg
Contoh : Mahasiswa diam ketika dosen sedang menjelaskan. Karena dalam pikiran mahasiswa, mungkin itu yang diharapkan oleh dosen.
Namun bukan dari pikiran saja, tetapi juga dari lingkungan.

Role Planning : perilaku yang didasari perkiraan bagaimana ia bertindak
Role taking : persepsi seseorang terhdap perilaku orang lain
Role Set : sekumpulan hubungan peran yang dimiliki seseorang yang menyandang status tertenti atau sekumpulan harapan yang disandang oleh kombinasi identitas aktor tertenti dan semua peran yang berhubungan dengan identitas aktor

2. Sosialisasi sebagai Pengambilan Peran
    Perilaku yang diharapkan adalah perilaku yang ditentukan dan pemenuhannya disebut dengan pemenuhan peran, yang dipelajari melalui interaksi dengan orang lain.

3. Pengambilan Peran sebagai Penyimpang

Penyimpangan Primer : belum termasuk penyimpangan. Biasanya dilakukan baru sekali, dan masih bisa berubah, atau hanya sebuah accident. Perilaku tersebut belum terinternalisasi dalam alam bawah sadar individu yang melakukannya.

- Teknik mendapatkan Perspektif Penyimpang
  1. Wawancara mendalam
  2. Penelitian terlibat
  3. Mengumpulkan bahan (buku catatan/harian, surat-surat para penyimpang)

- Menghadapi stigma sebagai penyimpang
  1. Kerahasiaan
  2. Memanipulasi keadaan fisik
  3. Netralisasi menjadi non-penyimpang
  4. Berubah menjadi non-penyimpang
  5. Berpartisipasi dalam sub kebudayaan menyimpang